Urban Riverside Area Development Study
(Case Study: Bah Bolon River, Pematang Siantar City)
DOI:
https://doi.org/10.61132/ijmecie.v2i4.345Keywords:
Bah Bolon River, Community-Based Tourism, Ecotourism, Placemaking, Sustainable PlanningAbstract
Urban riverbank areas are strategic spaces that hold ecological, social, cultural, and economic significance. In Pematang Siantar City, the Bah Bolon River has the potential to be developed as a sustainable urban ecotourism corridor. However, its current condition is marked by environmental degradation, infrastructure limitations, and poor spatial utilization. This study aims to identify development strategies that integrate environmental conservation, community-based tourism, and urban revitalization through placemaking and sustainable planning. This research adopts a qualitative descriptive approach focusing on the Bah Bolon River area in Pematang Siantar City. Data were collected through field observations, in-depth interviews with stakeholders, documentation review, and literature studies. The analysis involved descriptive mapping, SWOT analysis, community preference surveys, and land suitability assessments. Findings revealed that three key river segments—RINDAM I/BB area, Jalan Diponegoro–Jalan Jenderal Sudirman corridor, and the Quan Im Temple zone—exhibit varying levels of potential for ecotourism, cultural heritage, and public green space development. Key issues include pollution, informal land use, weak coordination, and insufficient infrastructure. Development opportunities include white-water rafting, thematic parks, spiritual reflection gardens, and creative economic zones. The study proposes an integrated riverbank development strategy, encompassing spatial zoning, ecological restoration, tourism infrastructure, community empowerment, and regional branding. It recommends the establishment of a multi-sector management agency, master planning, and cross-stakeholder collaboration to transform Bah Bolon River into a sustainable, inclusive, and resilient urban corridor.
References
Abdiyanto. (2023). Pemetaan partisipasi komunitas lokal dalam pengembangan pariwisata berbasis budaya di Sumatera Utara. Jurnal Perencanaan Wila-yah dan Kota, 15(1), 45–57. https://doi.org/10.31289/jpwk.v15i1.6580
Adisasmita, R. (2013). Pembangunan kawasan dan tata ruang. Gaha Ilmu.
Aini, C. N., Azizah, Q., & Muharrani, S. (2024). Arahan pelestarian tata ruang permukiman masyarakat etnis Mandailing di Sumatera Utara. NA-LARs, 23(1), 1–16. https://doi.org/10.24853/nalars.23.1.1-16
Anggara, A. P. (2021). Manajemen Krisis Pt. Kereta Api Indonesia (Persero) Di Masa Pandemi Covid-19. Jurnal Hubungan Masyarakat, 6.
Azhari, M. H. (2020). Peran Bawaslu dalam Penanganan Pelanggaran Pemilu. Jurnal Ilmu Hukum, 12(1), 45–60. https://ejournal.undip.ac.id/index.php/hukum
BPS Kabupaten Serdang Bedagai. (2023). Kabupaten Serdang Bedagai dalam angka 2023. Badan Pusat Statistik. https://serdangbedagaikab.bps.go.id
BPS Provinsi Sumatera Utara. (2023). Sumatera Utara dalam angka 2023. Badan Pusat Statistik. https://sumut.bps.go.id
Cahyani, D. S. (2023). Pengaruh Electronic Word of Mouth (E-WOM) terhadap niat beli produk kosmetik halal yang dimediasi oleh sikap: Perspektif ELM (Elaboration Likelihood Model). Indonesian Journal of Economics, Business, Accounting, and Management (IJEBAM), 1(4), 51–68. https://doi.org/10.63901/ijebam.v1i4.21
Damanik, E. L., Simanjuntak, D. H. P., & Daud. (2020). Potret Siantar tempo dulu: Pemanfaatan bangunan pusaka budaya sebagai destinasi wisata budaya di Sumatera Utara. Simetri Institute.
Daulay, R., & Hasibuan, M. (2024). Strategi pengembangan wisata perdesaan berbasis lingkungan di Sumatera Utara. Jurnal Riset Tata Ruang, 9(1), 44–55.
Edriana, N., & Etika, S. (2018). Pemanfaatan ruang kawasan tepi sungai untuk rekreasi dalam mendukung kota Teluk Kuantan sebagai wa-terfront city. Jurnal Perencanaan, Sains, Teknologi, dan Komputer, 1(2), 97–113.
Fitriani, D., Tatura, L. S., Tallei, V. R., & Hatta, A. J. (2023). Perancangan desain kawasan rekreasi di Sungai Bolango guna mengembangkan serta memanfaatkan potensi wilayah. Jurnal Pengabdian Teknik Industri, 2(2), 40–49. https://doi.org/10.37905/ipti.v212
Ginting, N., & Ikhsan, M. (2020). Penataan area tepi air pada desa Tongging sebagai desa wisata. EE Conference Series 03(2020). TALENTA Pub-lisher.
Harahap, T., & Siahaan, B. (2023). Keterkaitan antara infrastruktur wisata dan kunjungan wisatawan di kawasan pegunungan Mandailing. Jurnal Tata Guna Lahan Berkelanjutan, 7(1), 77–88.
Lubis, R., & Ritonga, A. H. (2023). Model partisipatif dalam pengembangan ekowisata berbasis komunitas di kawasan Tapanuli. Jurnal PWK Univer-sitas Pembangunan Panca Budi, 9(1), 14–25.
Lubis, S., & Hasibuan, Y. (2022). Partisipasi masyarakat dalam program wisata berbasis komunitas di desa nelayan. Jurnal Sosial dan Lingkungan, 8(2), 119–132. https://doi.org/10.31289/jsl.v8i2.5099
Milanie, F. (2024). Pendekatan terpadu dalam perencanaan kawasan wisata pesisir: Studi di Pantai Sibolga. Jurnal Tata Ruang Berkelanjutan, 11(1), 55–69. https://doi.org/10.24853/jtrb.v11i1.6753
Nuraini, C. (2019). Morphology of residential environment of Sigengu village in Mandailing Julu, North Sumatra. Journal of Regional and City Planning (JRCP), 30(3), 241–260. https://doi.org/10.5614/jpwk.2019.30.3.5
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 International Journal of Mechanical, Electrical and Civil Engineering

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.


